Sabtu, 20 Oktober 2012

ULANG TAHUN-ULANG TAHUN


Bukannya mendapat kado, Elisa malah membagi-bagikan cokelat ke seluruh peserta kursus. Saya dapat, seperti kalian bisa lihat, Dark Cream dan Hazelnut-Creme.



Tetapi Xavier adalah seorang gentleman, maka saya mendapat cokelat bagiannya juga.




Undangan pertama saya! Di atas adalah kue favorit saya dari tiga yang disuguhkan: cake vanila dengan krim super-banyak yang dikocok bersama keping cokelat dengan hiasan wafer lapis cokelat. Mmmm, krim-nya super: manis dan asam bercampur jadi satu. Jangan bayangkan jeruk! Bayangkan yoghurt.



Pai rasberi. Terlalu asam buat saya, tapi yang lain suka.



Tar nanas. Tebak apa yang ada di atasnya--yep, glasur. Enak, tapi.... favorit saya kue krim ><



Ini bukan pertama kalinya saya makan Negerkuessen atau Ciuman Orang Negro. Saya makan pertama kali di pesta di Rumah Orang Mati. Kali ini dalam tiga edisi: dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate, tapi semua isinya sama, krim kocok lembut. Versinya ada yang medium, ada juga yang raksasa.



Pizza vegetarian. Agak repot ngurus makan-tanpa-daging-itu.

Saya persembahkaaan.... teman-teman:


Elisa, the birthday girl. Dari Taiwan.


Xavier Izurieta, si gentleman dari Ekuador.


Miriam dari Spanyol dan Gabi dari Texas.


Rafael dari Venezuela dan Maca dari Chili.


Mason dari Texas.


Vyctor dari Brazil.


Rebecca dari Taiwan.


Marie dari Prancis.

Ada juga Meagan dari Australia, tapi dia sudah pulang sebelum saya sempat ambil foto. Dia bercerita tentang host father-nya yang menemukan artikel di koran tentang hewan-hewan paling berbahaya di dunia dan ternyata hampir semuanya dari Australia.

Kami juga menertawakan perbedaan aksen kami dengan orang Jerman asli. Misalnya Mason. Dia akan pergi ke Riesa dan kalau ditanya orang-orang, dia akan bilang, "Riesa" dan mereka tidak mengerti. Lalu dia harus bilang, "Hrrhrrhrrrriesa," kayak kumur-kumur dan mereka baru mengerti. Atau Meagan yang tinggal di Hellerau. "Hellehrrrau." Turis-turis yang tidak bisa mengucapkannya biasanya bilang, "Helle-au."

Waktu pergi ke Goettingen saya juga mengalami hal serupa. Saya bertanya pada seorang bapak, apakah kereta di samping saya berangkat ke Gottingen. "Maaf?" "Gottingen." "Sekali lagi?" "Gottingen." "Ah! Gooowttingen." O dan Oe mempunyai perbedaan sangat besar di sini. Saya jadi tidak bisa menyalahkan Frau Vani yang meminta mulut kami lebih seksi lagi saat berlatih mengucapkan Oe.

Rafael lucu sekali. Dia menggoda orang-orang dan bertanya, "Mason, dari mana kamu datang?" "Texas," jawab Mason. "Yiiiha!" kata Rafael. "Miriam, dari mana kamu datang?" "Spanyol?" "Ole!" "Ken, dari mana kamu datang?" Saya menolak menjawab.



Yang paling kanan adalah favorit saya: stik pepermin lapis cokelat :)

Saya suka keseluruhan pestanya. Waktu pulang, kami harus mengejar trem. Ketika yang lain keluar rumah, saya masih menyampaikan ucapan-ucapan pada Elisa. Saya sih santai saja, kan tidak mungkin yang lain meninggalkan saya. Tiba-tiba Miriam dan Marie membuka pintu dan masuk. Mereka kelihatan sangat tergesa-gesa dan memanggil-manggil, "Rafael! Rafael!" Ternyata Rafael masih di dalam toilet dan sama sekali tidak sadar yang lain sudah pergi hahaha. Saya tidak bisa berhenti tertawa bahkan sampai di dalam trem.

xo gege arasy

2 komentar:

  1. ahhaa... lucu :D hey. kenapa orang eropa tutup muka saat mereka difoto?

    BalasHapus