Minggu, 21 Oktober 2012

CEKO


Sungguh membingungkan karena di kiri ada gunung dan di kanan ada sungai dan dua-duanya saling menandingi. Sungainya juga punya jembatan keren yang belum sempat diambil gambarnya karena bus melaju cepat. Tetapi gambar gunungnya enggak jelas.




Orang-orang Ceko tergila-gila dengan tim sepakbola mereka. Saya tanya host sister saya, "timnya bagus ya?" "Enggak," dia berbisik. Apa kalian mengenali wajah-wajah di atas?


Kami mengunjungi pabrik kaca atau pabrik gelas. Karena suhu di dalam ruangan sangat panas, para pekerja harus minum sebanyak 5-6 liter setiap hari. Dan apa yang mereka minum? Bir! Tetapi dengan level alkohol rendah. "Mengapa bir?" Kata guru saya, "Ini kan Ceko." Dan mereka membeli bir itu dengan uang mereka sendiri. Kalau bir itu suatu keharusan, maka itu adalah hal yang memalukan. Tetapi kalau itu hanya untuk kesenangan mereka sendiri, air kan enggak mahal.






Hanya melihat gambar saja sudah membuat saya merasa panas.


Saya suka sekali melihat jendela-jendela tua dan bobrok. Entah kenapa hal itu mengingatkan saya pada masa lalu.


Para pekerja mengambil adonan kaca yang panas sekali dengan pipa besi, lalu mereka meniup-niup di ujung satunya sambil memutar pipa dan adonan akan membentuk rongga seperti balon. Kalau putarannya sempurna, bentuk kaca akan sempurna juga.



Seorang siswa diminta maju untuk mencoba meniup. Ini adalah hasil tiupannya :) putaran yang enggak sempurna.



Begitu banyak kaca membuat saya mual.


xo gege arasy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar