Senin, 22 Oktober 2012

CEKO: KAMP KONSENTRASI!!



Makam.


Ketika melihat tampak depan bangunan ini saya berpikir, wow keren. Sampai saya memasuki bagian dalamnya....



Tembok-tembok tinggi dibangun dan kawat berduri dipasang supaya dunia luar tak tahu apa yang terjadi di dalam. Di balik tembok-tembok ini orang dipukuli, yang melawan dipanggil.





Sebagai propaganda untuk wakil dunia yang ingin tahu, kamar mandi dengan wastafel mengilap dan cermin berkilat dibangun--tentu saja tidak pernah digunakan oleh yang tidak berhak.




Saya tidak tahu mengapa mereka membangun lorong sebagai jalan. Lorongnya begitu panjang, berlika-liku, dan hampir gelap total. Jendela tidak terlalu membantu karena jarak antar jendela begitu jauh. Saya seakan buta sewaktu berjalan melewatinya. Saya berusaha mengikuti teman saya di depan dan berusaha menyadari banyak orang bersama saya. Orang dengan klaustrofobia tidak boleh masuk--saya tidak bisa membayangkan bagaimana dulu sengsaranya orang dengan klaustrofobia yang dipaksa masuk.


Saya kira ini adalah makam, ternyata tempat tumpuan siku untuk berlatih menembak. Bentuknya salib.


Saya jadi teringat patung di Kementerian Sihir di cerita Harry Potter, sewaktu rezim Voldemort berkuasa. Apakah kita yang berada di atas atau di bawah?


Lagi-lagi propaganda. Ingat adegan di The Boy in the Striped Pyjamas sewaktu Bruno menonton film? Film itu benar-benar ada. Dan kolam renang ini adalah bagian darinya. Betapa hidup menyenangkan di dalam kamp.... Itulah yang ingin mereka gambarkan.


Kamar-kamar seperti ini mempunyai barak-barak dari kayu yang sebenarnya hanya cukup untuk sejumlah orang, itupun sudah tidak layak, tetapi lebih banyak orang lagi dipaksakan masuk. Tungku hanya satu dan mereka mengalami masalah di musim dingin. Toilet hanya satu atau dua dan orang-orang mengantre. Orang kehilangan privasi di sini. Pria bersama pria, wanita bersama wanita, anak-anak bersama anak-anak. Hanya keluarga yang beruntung yang bisa tetap tinggal bersama.

Ada juga ruangan sempit yang diisi begitu banyak orang, dengan satu jendela--yang ditutup! Ada satu lubang angin, tetapi itu tidak cukup dan banyak orang mati karena kesulitan bernafas.

Sehabis berkeliling saya menonton film tentang keseluruhan kamp, tetapi saya tidak mengerti.


Akhir post ini: puding cokelat yang manis lembut, menghibur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar