Sabtu, 22 September 2012

DAY 5: KONZERT UND MEISSEN


Saya beruntung banget karena diajak menonton konser--konser musik klasik pertama saya! Konser ini adalah bagian dari konser musim panas, proyek restorasi kastil-kastil khas Jerman yang jumlahnya banyak sekali di Dresden. Tak ada uang untuk memperbaiki mereka, tetapi dengan menjual tiket, ya, orang bisa dapat sedikit uang. Sebetulnya tak sedikit, tapi biaya restorasi itu mahal.

Malam itu konsernya menampilkan tiga instrumen: oboe, faggot, dan klarinet, kalau saya tidak salah. Yang saya kagumi adalah para pemainnya bergerak-gerak mengikuti irama musik seakan-akan mereka begitu bersungguh-sungguh dalam bermusik. Mata mereka, wajah mereka, gerak badan mereka. Mereka memainkan karya beberapa komposer, tentu saja yang pertama-tama enak di telinga adalah Mozart.

Saya tidak suka para perestorasi mengganti tangga dengan yang baru--meski tangga itu sudah bobrok. Kelihatannya jadi baru, dan segala fantasi tentang hidup di abad pertengahan dengan ksatria yang menunggang kuda jadi hilang. Sementara di dalam, dinding hall dicat dengan warna kuning lembut menggantikan merah anggun dengan motif emas, mengesalkan. Tetapi toh mereka yang peduli pada kastil ini. Selain ruangan di bawah, ruangan di atas tidak bisa dimasuki, kelihatannya terlalu rapuh, padahal asyik deh kalau bisa masuk ke sana. Sekali lagi soal fantasi hidup di abad pertengahan.

Di depan kastil ada danau tempat para bangsawan bisa berperahu dan cekikikan--gadis-gadisnya. Ada ikan di dalam danau itu.


Saya lebih beruntung lagi karena sepulang dari konser saya diajak jalan-jalan ke Meissen, kota lama Jerman. Kota ini tidak dibom semasa Perang Dunia Kedua, tidak seperti kota-kota lainnya, maka rumah-rumahnya tetap rumah-rumah tua. Tetapi sewaktu Jerman dikuasai negara lain, mereka tidak mengurusi rumah-rumah tersebut sehingga jadi bobrok. Lalu perang berakhir dan penduduk mengecat semuanya jadi baru lagi dan cantik, cantik sekali.

xo gege arasy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar