Sabtu, 08 September 2012

DAY 1: PART 2 (HAMBURG)


Ini penyelamat saya! Tapi saya enggak bisa mengucapkan namanya, sulit dan sekarang saya sudah lupa. Dia baik sekali. Dia membawakan tas saya yang berat ke mana-mana, bahkan waktu naik eskalator dia juga membawakan koper saya. Dia sendiri dulu seorang exchange student di.... Swiss atau Austria, lupa, di mana orang-orang bicara bahasa Jerman dengan aksen, jadi mungkin tahun yang lebih berat buat dia (dibandingkan saya), dan sekarang magang di YFU Jerman. Dia selalu bilang "yop", bukan "yup".


Di dalam kereta, untuk pertama kalinya.





Kami turun dan melihat danau ini, kalau tidak salah namanya Ostsee, Danau Timur.


Terkadang orang lewat dan minta diambilkan gambarnya.
  

"Beruangmu ikut juga?" tanya dia.


Apakah mereka angsa?


Si volunteer YFU bertanya pada saya di sela-sela sesi mengobrol, "Kamu percaya apa?" "Saya muslim," jawab saya, "Dan kamu?" "No religion," dia menjawab santai. Untunglah saya bisa menanggapinya dengan tenang. Pelajaran pertama langsung tentang menghadapi perbedaan.

Kami mengobrol tentang burung gagak--karena ada beberapa di taman--dan dia bertanya apakah burung gagak adalah simbol ketidakberuntungan buat saya. Saya bilang, kadang-kadang, ya. Dan bercerita soal burung gagak dan kematian.


Ini adalah Grosse Ostsee, bagian yang besar. Ostsee terbagi menjadi dua.



Dan ini bagian yang kecil.


Si volunteer YFU memberitahu saya, mereka adalah unggas yang pintar. Mereka berenang dan menyelam untuk mencari makan di dasar, seperti cacing. Sangat lucu melihat mereka menceburkan diri dan kaki-kaki mereka bergerak seperti penyelam profesional.



Cool, no?





Stasiun dari luar.



  
Saya harus berpisah dengan pendamping saya. "Bye," katanya. Lalu saya naik dan seorang pria membantu membawakan koper saya--yang jebol. Saya agak merasa takut dan panik. Saya tidak bisa memanajemen dengan baik karena saya memegang beruang, segelas jus (pengeluaran Euro pertama saya, namanya jus Bahamas, yang kemudian nyangkut di sedotan), dan tas berat. Tapi saya tidak tega membiarkan pria tersebut terus berdiri sambil menjagakan koper saya. Saya bilang, "That's okay. You can just go." Dia pergi. Saya mencari kompartemen dan kesulitan membawa koper. Kondektur kereta, seorang perempuan bertubuh besar, bertanya, "Wer hat Probleme?" Dia menggeser koper saya yang macet di tempat. Saya pikir dia akan membawakannya untuk saya, tetapi ketika saya mulai berjalan dia memanggil-manggil dan beberapa orang tertawa.


Ada lima garis putih aneh di udara, apa ya itu? Tetapi yang menyala oranye itu adalah pantulan lampu.


Yap, kita bisa melihat bulan dengan puas.



Saya bertemu seorang pria baik hati--dan dia ganteng banget--di kompartemen saya yang mengambilkan gambar ini. Dia bisa bicara bahasa Inggris, dan tinggal di Berlin, tetapi dia juga akan pergi ke Dresden. Dia memberi saya cokelat yang setelah saya makan di rumah rasanya enak sekali--apakah memang semua cokelat Jerman enak? Dia membantu mengambilkan koper saya yang ditaruh di atas rak, bahkan setelah turun dia membawakannya untuk saya! Sampai saya bertemu keluarga Barthe.

Sekian petualangan saya di Hamburg!
xo gege arasy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar