Rabu, 13 Februari 2013

puisi random


jangan kuatir. tak kau lihatkah aku menyulap sebuket bunga ini dari lengan jasku? susah betul, sebulan aku mengorbankan jam malamku, hanya demi menyihir senyummu agar membaur dengan bintang-bintang.

jangan kuatir.

bintang itu tidak punya raga. ia turun bersama sejuta kebesaran langit. malam berpusar. rindu membuai, membisik, membasuhkan embun ke dahi calon imamku ketika ia lelap tak bersuara. kau dengarkah suara merdu itu? angin meniup-niup harmonikanya, bergesek dengan azan dari menara yang menyala....

hilal. hilal yang akan kulirik dengan sudut mataku dari jendela kamar, ketika tabung oksigen yg seharusnya menyelamatkanku seakan dilempar ke atas perutku. hilal, yang hadir sebelum maghrib tersenyum. hilal, yang belum pernah hadir. hilal....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar