Kamis, 06 Juni 2013

Bakpia



Kemarin bikin bakpia. Setelah bikin kacang ijo (sepanjang yang saya tahu, orang kalau menyebut kacang hijau dengan kuah santan ini ya cuma kacang ijo, malah yang namanya bubur kacang ijo beda bentuknya: lebih kental dan kuahnya nggak kelihatan) masih punya sisa kacang hijau kering 100 gram, pas dengan yang diperlukan resepnya! Pakai resep dari Sajian Sedap karena bisa diandalkan.... biasanya ;)

Mustika Ratu

Nama toko itu TOKO [....]. Entahlah, namanya terdiri atas dua patah kata, tapi saya nggak bisa ingat yang belakang. Saya curiga itu toko pernak-pernik Meksiko, habis di film Chipmunks, waktu Alvin dan kawan-kawan ke negeri itu, mereka masuk ke toko dan menyebutnya TOKO juga. Eh waktu masuk baunya dupa sekali.

Rabu, 06 Maret 2013

Cantik Itu....

Dulu banget, Jo nggak pernah kuatir tentang badannya sendiri. Kalau teman-temannya meributkan kulit kasar atau terlalu banyak rambut tumbuh di kaki, reaksi Jo adalah, "Waduh." Ini memang bentuk tentangan terhadap cermin yang membuat kebanyakan wanita tidak nyaman, tapi juga bikin Jo keramas cuma seminggu sekali.

Tapi dulu banget nggak pernah bertahan. Jo tumbuh dan mulai berpikir soal keatraktifan.

Senin, 04 Maret 2013

Kue-Kue (Basah)

Kata orang, harus jauh dulu dari rumah supaya bisa ngerti arti rumah. Tapi waktu masih di rumah, saya sudah ngerti arti kue-kue (basah) ini. Di kelas cuma Panda dan saya yang doyan ("kok lainnya pada nggak suka sih! kan enak"). Di keluarga saya Budhe nggak suka kue-kue (basah). Untungnya ibu saya membuat saya turut melestarikan jajanan-jajanan khas Indonesia ini dengan mengajari saya enaknya kue (basah). Karena sudah ngerti, sekarang yang tinggal hanya kangen....

Lemet





Lembut dengan rasa gula merah, tapi namanya kue tradisional, ya gitu deh, di sudut-sudut gula merahnya kaya banget, di tengah-tengah kadang dinginnya singkong bikin kaget (nggak kaget-kaget banget, maklum istilah masak). Orang kadang-kadang bilang namanya ketimus.

Lepet





Kue yang membingungkan saat akan digolongkan manis atau asin. Asin sih tidak, lebih ke umami, tapi manis juga tidak. Ketannya gurih dingin (kalau dimakan dingin) dan tiba-tiba kita menggigit kacang merah yang manisnya nggak berlebihan. Yang bikin repot kadang-kadang adalah pembungkusnya yang panjang dan sering bikin tangan belepotan saat membuka.




Getas yang sukaannya bapak ini untung juga dijual di sekolah, murah lagi, terimakasih ketan gampang didapat. Kalau getas saya minta atau ambil dari meja gitu wajahnya bapak seakan belahan jiwanya dimakan saya....

Masih banyak lagi.

Waduh, mungkin saya sudah sombong dengan mengatakan saya mengerti kue-kue (basah) ini. Saya dulu juga sering kadang merasa bosan, tiap hari Minggu kue mangkok, tiap Lebaran rengginang (eh itu nggak basah sih ding, apapun). Dan jauh dari rumah memang menyadarkan saya saya akan dan sudah kangen kue-kue (basah) itu....

Terimakasih, Ibuk.

Terimakasih, Ba(Pa)k, buat getasnya.

Trims Din sudah berduet "kami-suka-kue-basah" dengan saya.